I made Terip, Perokok Berat Tanpa Keluhan

Benarkah Merokok Berpengaruh Pada Tulang?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Anda kian menua? Punggung anda sering terasa pegal dan linu? Sudah tak kuat lagi mengangkat barang? Sering merasakan nyeri di bagian tulang? Hati-hati itu tanda-tanda anda mengidap penyakit Osteoroposis. Apa itu Osteoroposis? Ia adalah salah satu dari sekian penyakit yang melekat pada tulang, dan menjadi penyakit yang umum bagi masyarakat Indonesia terlebih di usia tua. Lalu apa yang menyebabkan penyakit itu ada? Berikut penjelasan singkatnya.

Para ilmuan telah memberikan perhatian khusus terhadap osteoporosis atau penyakit tulang lainnya. Tulang yang merupakan organ inti dalam tubuh manusia yang tumbuh dan semakin mengeropos ketika umur menua merupakan hal yang lumrah. Namun, pola hidup dan makan yang tak sehat turut membuat kekuatan tulang-tulang anda perlahan memudar.

Beberapa teori menyebutkan bahwa aktivitas merokok adalah salah satu sebab mengeroposnya tulang anda. Teori tersebut membuat banyak yang meyakini bahwa para penderita osteoroposis atau penyakit tulang lainnya seolah-olah akibat dari aktivitas merokok mereka baik yang masih dilakukan atau di masa lampau, namun, benarkah demikian? Mari kita berikan beberapa data-data yang cukup menarik.

Baca Juga:  Masa Emas Petani Tembakau

Nampaknya tak adil jika menyebutkan bahwa rokok menjadi sebab tunggal dari penyakit tulang. Sama seperti penyakit-penyakit lainnya rokok memang kerap jadi kambing hitam atas penyakit yang hadir dalam tubuh. Padahal, vonis dokter tak akan semudah itu. Keseimbangan pola hidup nampaknya bisa dikatakan turut mempengaruhi kesehatan anda. Makan anda sering telat dan kerapkali stress melanda? Bisa saja itu menjadi faktor dominan lainnya kesehatan anda menurun.

Beberapa waktu lalu ada penelitian yang dilakukan oleh University of Adelaide, Australia tentang hubungan rokok dan tulang khususnya sendi. Apa hasilnya? Tentu ini diluar dugaan banyak pihak, tembakau dan rokok justru memberikan dampak positif terhadap manusia. Journal Arthritis & Rheumatism edisi Juli 2017 lalu menyebutkan bahwa para pria yang merokok justru mempunyai resiko yang kecil untuk menghadapi operasi sendi ketimbang yang bukan seorang perokok aktif.

Tulang dalam tubuh kita juga dililit oleh panjangnya urat-urat dan syaraf syaraf. Biasanya, umur yang kian menua juga tak hanya menghadirkan penyakit osteoporosis, parkinson pun kerap menghinggap. Pada Maret 2010 sebuah hasil riset yang diterbitkan di Journal Neurology menyebutkan sesuatu yang unik. Hasil dari penelitian itu menyebutkan bahwa para perokok justru lebih terlindungi dari penyakit parkinson.

Baca Juga:  Linting Terus, Nek…

Berbagai hasil penelitian tersebut bisa menjadi sanggahan dari beberapa dalil menyesatkan yang kerap dikeluarkan oleh para anti-rokok. Seperti yang sudah mereka kerap lakukan sebelumnya, selalu membabi-buta mengaitkan antara rokok dan berbagai penyakit menyeramkan. Sama seperti paragraf sebelumnya, rokok seolah-olah jadi barang haram yang perlu dimusnahkan. Para perokok juga kerap mereka labeli dengan berbagai penyakit-penyakit menyeramkan. Padahal, masih banyak yang hidup sehat hingga menua namun tetap memiliki kebiasaan untuk merokok.

Sekali lagi sebagai penutup, aktivitas merokok yang anda lakukan adalah sesuatu yang sah-sah saja. Namun dianjurkan juga untuk mengatur pola hidup yang sehat serta makanan yang bergizi. Jika tulang anda ingin sehat hingga menua, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang penuh nutrisi. Begitu juga dengan mengkonsumsi susu yang notabene di Indonesia masih menjadi sesuatu yang belum sebagai sebuah prioritas.

Yuk sebagai perokok mari kita galakkan terus kesehatan meski stigma dan label penyakitan terus disematkan, lawan terus!

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta