
Menteri Kesehatan adalah Hama Bagi Industri Hasil Tembakau
Menteri Kesehatan adalah hama sekaligus musuh nomor satu petani tembakau. Musuh petani tembakau itu bukan hama atau cuaca, melainkan regulasi yang tak berkeadilan. Karena dari

Menteri Kesehatan adalah hama sekaligus musuh nomor satu petani tembakau. Musuh petani tembakau itu bukan hama atau cuaca, melainkan regulasi yang tak berkeadilan. Karena dari

Sri Mulyani tampak bingung dengan kebijakan cukai hasil tembakau pada tahun ini. Sebab, penerimaan negara via cukai semakin menurun. Sri Mulyani selalu mengatakan bahwa kenaikan

Pemilu 2024 telah berakhir. Pasangan Capres dan Cawapres No. urut 2 Prabowo Gibran berhasil mendapatkan suara unggul di 36 provinsi dari 38 provinsi dengan perolehan

Usai debat kelima 04 Februari 2024 kemarin, saya kecewa. Lantaran secara umum saya menilai debat itu tidak benar-benar debat. Melainkan masing-masing capres malah lebih condong

Capres-cawapres seperti abai terhadap Industri Hasil Tembakau (IHT). Padahal, IHT juga ikut menyumbang penerimaan negara. Saya pernah melihat kutipan di TikTok yang menuliskan, “Jika ada

Industri Hasil Tembakau (IHT) merupakan salah satu industri di Indonesia yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan sumber daya manusia. Tercatat sekitar 6 juta masyarakat

Penyusunan kebijakan pertembakauan yang dilakukan dengan campur tangan dan desakan oleh pihak asing membuat ekosistem Industri Hasil Tembakau di Indonesia makin terpuruk. Tidak hanya merugikan

Tarif cukai rokok untuk tahun 2022 telah resmi diputuskan naik dengan besaran rata-rata di angka 12 persen. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan telah menetapkan detail kenaikan