Perokok Panjang Umur Itu Bernama Richard Overton

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ada sebuah kisah yang kiranya bisa menginspirasi kita semua agar dapat hidup panjang umur, khususnya sebagai perokok. Kisah ini dibuka oleh seorang veteran perang dunia ke-2 yang bernama Richard Overton. Ia masuk ke dunia kemiliteran sejak 1940 dan bertugas di kesatuan penembak jitu. Satu fakta kerennya, Ia ikut bertugas saat penyerangan dadakan pasukan Jepang di Pearl Harbor Hawaii.

Setelah tak lagi aktif di dunia kemiliteran, kakek Richard menghabiskan waktunya bersama keluarga di East Austin, Texas. Menghabiskan masa hidupnya untuk mengurus bisnis furniture dan bekerja di departemen keuangan Texas.

Sebagai seorang veteran, tentu dituntut untuk memiliki kondisi badan yang sangat prima, hal itu masih ia tunjukkan meski kini sudah menginjak umur lebih dari 100 tahun. Beliau masih mampu untuk berkendara, berbelanja, hingga beribadah di gereja dengan mengendarai mobil Truck merk Ford kebanggannya. Padahal, di usianya yang senja itu, Ia masih aktif melakukan aktivitas kegemarannya. Merokok dan minum minuman keras.

Baca Juga:  Kretek Dalam Sesaji dan Pembagian Ruang pada Pura Hindu Bali

Dikatakan dalam CNN, beliau mampu menghabiskan 12 batang cerutu dalam sehari untuk menemani kesehariannya. Selain itu Ia juga mencampurkan whisky ke dalam kopinya. Beliau bercerita bahwa kunci hidup panjang umurnya adalah dengan terus menjaga pola hidup sehat. Masih melakukan aktivitas ringan agar badan tetap bergerak dan menjaga pola makan.

Beliau juga penggemar makanan manis, Ia bangun pagi-pagi hanya untuk sarapan makanan seperti waffle, pancake hingga es krim. Tentu saja, aktivitas pagi itu ditutup dengan kopi yang ia tambahkan tiga sendok gula. Setelahnya, Ia menghabiskan waktu untuk duduk di teras depan rumah sambil merokok.

Sudah banyak penghargaan yang beliau terima selama menjadi pejuang veteran, tak heran banyaknya atribut lencana penghargaan di rumahnya yang tertata rapih. Bahkan pada tahun 2013, beliau di undang oleh presiden Barrack Obama ke Gedung Putih pada perayaan hari veteran. Bahkan karena sudah lama menetap di East Austin, pemerintah setempat mengabadikan nama Richard Overton menjadi sebuah nama jalan “Richard overton Avenue”.

Baca Juga:  Menyimpan Mbako dalam Slepen

Sayangnya, sejak tahun 2018 Richard mengidap penyakit Pheumonia. Meski begitu Ia tetap berjuang untuk terus hidup tanpa melepaskan kegemarannya merokok. Meski kemudian, pada akhir tahun itu Ia juga harus tutup usia di saat usianya telah menginjak 112 tahun.

Kisah hidup beliau begitu menginspirasi saya khususnya sebagai seorang perokok, bahwa dengan merokok dan menjaga pola hidup sehat tentunya bisa menjaga umur jadi panjang. Bahkan sudah banyak video dokumenter yang mengisahkan hidupnya di Youtube. Oke, kalau kalian itu berpikir karena bukan di Indonesia, tapi sebaiknya kalian baca artikel tentang Mbah Gotho yang mampu hidup hingga umur 146 tahun. Luar biasa bukan!

Seperti pepatah, urusan hidup dan mati di tangan Tuhan, tapi umur di tangan saya.

Rahmat Baihaqi

Aktif di Komunitas Baca Tangerang