Bulan Ramadhan, Bulan Pembuktian Rokok Bukan Candu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Marhaban ya ramadhan, selamat menyambut bulan suci Ramadhan bagi Kretekus yang akan menjalankan ibadah puasa. Salah satu ujian yang cukup berat di bulan Ramadhan selain menahan hawa nafsu ya menahan hasrat ingin merokok. Kita yang berpuasa harus menahan segala hal yang dapat membatalkannya.

Bulan Ramadhan juga bisa menjadi bulan pembuktian, dimana mengubah siklus waktu merokok adalah sesuatu yang lumrah bagi perokok untuk menjalankan ibadah puasa. Seperti halnya mengubah jam makan-ngopi-tidur, tetapi esensi berpuasa di bulan Ramdahan bukan berarti seremeh itu juga. Justru Ramadhan menjadi bulan untuk mempertanyakan kembali kewarasan antirokok.

Ketika tuduhan adiktif dialamatkan semata pada rokok, di bulan ini pula seringkali dimanfaatkan kelompok antirokok untuk mengajak berhenti merokok. Sebagai kretekus, bulan puasa tahun ini kembali menjadi waktu yang tepat untuk membuktikan kembali bahwa rokok bukanlah adiktif yang antirokok tuduhkan. Selama kurang lebih 14 jam, perokok harus tahan untuk tidak merokok. Dan nyatanya, dari tahun ke tahun biasa saja. Tak ada rasa sakau atau harus membatalkan puasa karena tak tahan ingin merokok.

Baca Juga:  5 Perlakuan Diskriminatif Terhadap Perokok

Apabila benar rokok adalah candu, maka (harusnya) perokok bakal sakau atau sama sekali tidak bisa menjalani ibadah puasa. Kalau memang candu, tentu saja tidak merokok dalam 14 jam bakal membuat mereka tersiksa hingga rasanya mau mati saja. Namun, kami sudah membuktikan dari tahun ke tahun hal tersebut tidak pernah dialami oleh perokok yang menjalani ibadah puasa.

Dengan pemahaman ini, mitos bahwa rokok itu candu telah terbantah melalui kampanye yang dilakukan oleh kelompok antirokok. Bahwa, dalam menjalani ibadah puasa, perokok tidak pernah mengalami masalah tatkala tidak merokok. Tidak merokok adalah hal yang biasa saja, pada akhirnya.

Sekali lagi, tidak merokok tatkala Ramadan adalah sebuah bentuk dari ibadah yang harus dijalani umat muslim, termasuk yang merokok. Kami percaya, bahwa aktivitas ini bukanlah sesuatu yang mudharat bagi masyarakat dan negara ini.

Jadi, ada baiknya, jangan lagi paksa kami untuk berhenti mengonsumsi barang legal yang menghidupi masyarakat dan memberikan pemasukan besar pada negara ini. Dan yang paling penting, menjalankan ibadah puasa bagi muslim adalah bentuk kewajiban yang harus dijalankan.

Baca Juga:  Masa Emas Petani Tembakau
Muhammad Yunus

Mahasiswa UIN Jakarta doyan ngisap Rokok