Review Rokok Sampoerna Avolution, Bungkus Baru Lebih Asik?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pasar rokok slim di Indonesia kini menjadi ramai setelah hadirnya banyak merek yang bersaing. Salah satunya adalah rokok Sampoerna Avolution yang menjadi produk unggulan PT HM Sampoerna di segmen tersebut. Bagaimana sebenarnya karakteristik dari produk ini berikut juga dengan harganya? Akan saya ulas dalam tulisan ini.

Pertama mari kita bahas terlebih dahulu dari sisi bungkus rokok Sampoerna Avolution ini. Pasti anda yang mengenalinya akan mengakui bahwa ada perubahan yang signifikan dari bungkus yang sebelumnya.

PT HM Sampoerna sebelumnya mengeluarkan produk Sampoerna Avolution dengan bungkus yang lebih kecil dan hanya berisikan 16 batang saja. Bungkus ini sebenarnya cukup menarik karena bentuknya yang tak umum. Banyak yang bilang model lama ini mirip bungkus sebuah produk lipstik.

Namun konsekuensi dari bungkus rokok ini adalah kita akan kesulitan untuk mencabut batang rokok yang kecil. Jika tidak hati-hati maka bisa jadi batang rokoknya akan patah dan itu yang sering terjadi.

Baca Juga:  Paket Buka Puasa Sederhana Kretekus

Sebaliknya, bentuk bungkus yang baru mampu mengatasi problem tersebut. Walau, sebenarnya kekurangannya adalah karakter yang hilang mengingat rokok slim sebenarnya identik dengan model bungkus yang unik.

Apalagi yang saya ulas kali ini adalah rokok Sampoerna Avolution original dengan bungkus berwarna dominan silver. Bungkus ini cenderung terlihat norak meski sebenarnya memiliki konsep futuristik yang cukup menarik.

Selanjutnya mari kita mengulas dari segi rasa produk ini. Jujur sebenarnya saya bukan penikmati rokok slim macam ini. Jadi impresi yang saya dapatkan adalah tarikan yang terasa lebih smooth ketimbang banyak rokok lainnya.

Ya wajar saja terasa smooth mengingat bentuknya saja slim dan kecil. Kalau soal rasa, saya kira rokok ini mirip banget rasanya dengan Sampoerna A Mild Merah. Hanya, mungkin rokok Sampoerna Avolution ini terasa lebih lite.

Sebagai informasi, kadar tar dalam rokok ini sebesar 14 miligram dan nikotin sebesar 1 miligram. Produk ini masuk dalam kategori Sigaret Kretek Mesin dengan golongan tarif cukai teratas. Satu bungkus berisi 20 batang di pasaran bisa dibeli dengan harga 27 hingga 28 ribu rupiah.

Baca Juga:  Selayang Pandang Industri Klembak Menyan Purworejo
Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta