Salah Kaprah Publik Tentang Rokok Marlboro Kretek

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sudah beberapa kali kami menulis tentang definisi kretek dan perbedaannya dengan rokok-rokok lain. Hal yang paling fundamental dari kretek adalah bahan bakunya yang menggunakan cengkeh, saus rasa, dan racikan campuran beberapa varietas tembakau. Dari definisi itu jelas bahwa rokok Marlboro Kretek adalah sebuah kekeliruan.

Jika anda menelusuri di google dengan kata kunci ‘rokok Marlboro Kretek’, maka anda akan menemukan produk rokok Marlboro terbaru yang tanpa menggunakan filter. Patut diakui ini memang menggemparkan mengingat jarang sekali kita melihat Marlboro memproduksi barang tersebut.

Hanya karena tak memiliki filter lantas ramai-ramai masyarakat menyebut produk tersebut adalah kretek. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, produk yang berfilter pun bisa disebut kretek. Kunci dasarnya adalah bahan baku yang sudah dijelaskan di atas.

Lantas kemudian muncul sebuah pertanyaan: lah terus rokok ini masuknya kategori apa?

Begini jawabannya. Pertama kali saya mengetahui produk ini dari marketplace di facebook. Saya kemudian tertarik hingga menelusurinya dan muncul artikel berjudul: ‘Pertama di Dunia, Rokok Marlboro Tanpa Filter’.

Baca Juga:  Perokok Perempuan Juga Bisa Santun Dalam Merokok

Untungnya berita tersebut muncul dari situs resmi milik institusi Bea Cukai. Disebutkan dalam tulisan tersebut bahwa rokok ini masuk dalam kategori Sigaret Putih Tangan (SPT). Jadi jelas bahwa produk ini bukan Sigaret Kretek Tangan (SKT) seperti Dji Sam Soe, Djarum Coklat, Gudang Garam Patra, atau lainnya.

Rokok Marlboro yang dianggap kretek ini jelas adalah rokok putihan. Hanya bedanya adalah rokok ini dibuat dengan tangan bukan oleh mesin seperti layaknya Sigaret Putih Mesin (SPM). Coba deh anda rasain, rasanya memang tetap putihan karena tak ada racikan campuran tembakau dan cengkeh di sana.

Memang saya memaklumi mengapa masyarakat masih menyebutnya kretek. Diakui juga bahwa banyak yang masih menganggap bahwa setiap rokok tanpa filter adalah kretek. Padahal keduanya adalah entitas yang berbeda.

Wajar juga mengingat sudah lama sekali produk SPT tak muncul dan beredar di pasaran Indonesia. Mungkin para perokok generasi tua bisa menceritakan di kolom komentar soal rokok putihan tanpa filter ini.

Baca Juga:  Wisata Kretek, Libur Lebaran di Daerah Penghasil Kretek

Jika sudah membaca tulisan ini sebaiknya sudahi untuk menyebutnya sebagai rokok Marlboro Kretek. Ketimbang tetap menggunakan nama itu terus banyak yang beli lalu kecewa dengan rasanya kan? Pasti bakal kecewa karena dianggap kretek eh ternyata rasanya hambar. Amsyong deh!

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta