162,6 Juta Penduduk Indonesia Mengidap Kanker, Paru-Paru dan Jantung?

Pada tahun 2013, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes, merilis bahwa saat ini di Indonesia masih menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok aktif terbanyak di dunia 61,4 juta perokok setelah Cina dan India1. Pada tahun 2007 (saya tak menemukan data di tahun yang sama) Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa jumlah perokok pasif di Indonesia sebanyak 40,5% populasi Indonesia adalah perokok pasif2. Sementara, masih dari sumber yang sama menyebutkan bahwa 78,4% perokok pasif terpapar asap rokok di rumah, dan 85,4% terpapar asap rokok di tempat makan umum.

Saya mengasumsikan bahwa pada tahun 2013 jumlah perokok pasif juga masih sama prosentasenya. (Jika anda punya asusmsi lain atau data penunjang jumlah perokok pasif pada tahun 2013, boleh saya dibagikan). Dengan jumlah penduduk berkisar 250 juta, maka 40,5% dari populasi tersebut, atau sekitar 101.250.000 juta penduduk Indonesia adalah perokok pasif. Besar sekali angkanya.

Sumber lain mengatakan bahwa menghirup asap rokok orang lain (perokok pasif), lebih berbahaya 3 kali lipat dibandingkan dengan menghisap rokok sendiri (perokok aktif). Hal tersebut disampaikan oleh Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan bahwa 25% zat yang berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75% beredar di udara bebas yang beresiko masuk ke tubuh orang disekelilingnya.

Dari berbagai data dan informasi yang sangat mudah untuk anda dapatkan, bahwa rokok itu dapat menyebabkan gangguan jantung, kelainan janin, kanker, dan penyakit berbahaya lainnya. Atau bahkan saat ini merokok sudah dapat dipastikan dapat membunuhmu.

Lalu apa dampak rokok bagi perokok pasif? Tak berbeda tentunya, perokok pasif dapat meningkatkan resiko terserang kanker paru-paru, stroke, serangan jantung, kanker, dan penyakit berbahaya lainnya. Ingat, menurut seorang ahli kesehatan yang disebutkan diatas, si perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif.

Perlu diingat lagi asumsi saya diatas, dan anda juga masih boleh berasumsi. Bahwa jumlah perokok pasif di Indonesia ada sebanyak 101,2 juta orang, kurang lebih. Artinya lagi, ada sebanyak 101,2 juta orang penduduk Indonesia yang beresiko 75% lebih besar terkena penyakit jantung, paru-paru atau kanker. Ditambah lagi dengan jumlah perokok aktif sebanyak 61,4 juta yang juga beresiko punya penyakit yang sama. Artinya kalau dijumlah, ada 162,6 juta penduduk Indonesia yang beresiko, akan dan pasti terkena penyakit kanker, jantung dan paru-paru. Paling tidak itulah yang dikatakan oleh para pegiat anti rokok yang selalu mengatakan perokok aktif dan pasif pasti terkena penyakit kanker, paru-paru dan jantung.

Lagi, menurut Dr. Hakim Sorimuda Pohan, setiap tahunnya ada 239.000 orang Indonesia meninggal karena rokok5. Jika perokok pasif 75% lebih beresiko sakit daripada perokok aktif, artinya ada 239 ribu dikali 3, atau sebanyak 717.000 orang (perokok pasif) yang meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh asap rokok. Ditambah dengan 239.000 orang (perokok aktif), maka ada 956.000 orang yang meninggal tiap tahunnya karena penyakit yang disebabkan oleh asap rokok.

Jumlah yang luar biasa besar bukan? Mengerikan bukan? Anda percaya? Sekali lagi saya ulangi ya. Ada 162,6 juta penduduk Indonesia yang beresiko, akan dan pasti terkena penyakit kanker, jantung dan paru-paru. Ada 956.000 orang tiap tahunnya meninggal karena asap rokok. Lalu benarkah angka tersebut? Tentu saja semuanya itu benar, jika kita mempercayai begitu saja logika dari mereka para pegiat anti rokok. Karena semua data dan logika yang saya sampaikan diatas, adalah logika dan data yang digunakan oleh para pegiat anti rokok.

Jika anda ingin membuktikan bahwa ucapan para pegiat anti rokok itu benar, maka tolong bantu saya untuk mengecek kebenaran angka yang saya sebutkan terakhir. 162,6 juta penduduk Indonesia yang beresiko, akan dan pasti terkena penyakit kanker, jantung dan paru-paru. 956.000 orang tiap tahunnya meninggal karena asap rokok. Karena jujur saja, sayaiu cukup kesulitan untuk menemukan data tersebut. Entah kemana saya harus mencarinya. Sekali lagi, tolong bantu saya.