Kecewa, Komunitas Kretek Undur Diri

SLEMAN-Tidak munculnya anggota dewan di Gedung DPRD Sleman, Senin (4/3/2013) siang membuat komunitas kretek kecewa. Padahal, sesuai dengan rencana pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) akan digelar.

Salah satu tim Advokasi Komunitas Kretek, Daru Suproyono mengatakan sangat kecewa dengan tingkah anggota dewan. Karena sudah mengundang mereka untuk datang dan membahas soal raperda KTR, terutama untuk memberikan masukan pada raperda KTR.

“Ini raperda sudah dipastikan banyak yang copy paste tapi kok santai-santai membahasnya. Harusnya kalau serius, raperda KTR ini bisa diselesaikan dengan berdiskusi bersama,” jelas Daru di gedung dewan.

Daru menambahkan, raperda KTR masih merupakan jiplakan dari peraturan pemerintah soal tembakau. Dalam raperda juga masih terlihat pukul rata istilah rokok tanpa membedakan rokok kretek atau yang lainnya. Lebih lucu lagi pembahasan dalam pasal 4 yang juga mengatur pembatasan iklan rokok di beberapa wilayah di Sleman.

“Raperda ini bisa rancu dengan raperda retribusi,” jelas Daru.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah DPRD Sleman Agus Mas’udi membenarkan jika memang hari ini ada audiensi dengan komunitas kretek. Agenda tersebut untuk mengumpulkan masukan untuk menyempurnakan raperda KTR.

“Namun karena Pak Koeswanto (Ketua DPRD Sleman) sakit, maka acara kami tunda. Kami akan kembali menjadwalkan audiensi ini dengan komunitas kretek ini dengan tidak terburu-buru menetapkannya menjadi undang-undang,” jelas Agus.