Maaf Lahir Batin Kretekus

Kemenangan pada hari yang Fitri adalah kemenangan dari menahan segala nafsu selama satu bulan penuh di Ramadhan. Kemenangan dari setiap manusia yang telah berhasil untuk menahan kenginan duniawi. Menahan emosi, menahan haus dan lapar, menahan diri untuk tidak berbuat berlebihan dalam kehidupan keseharian. Dan tentu bukan berarti setelah Fitri, lalu kemudian dapat sepuasnya melakukan apapun dan melepaskan segala nafsu, namun justru untuk tetap meneruskan apa yang telah dilakukan dalam satu bulan ramadhan lalu.

Kemenangan yang Fitri juga harus diperjuangkan oleh Kretekus dalam konteks pertembakauan. Disadari saat ini bagaimana kekuatan kelompok anti tembakau masih terus menggelorakan perangnya terhadap tanaman emas hijau yang tumbuh subur di Indonesia dan menghidupi jutaan orang Indonesia. Kemenangan Fitri bagi kretekus untuk mempertahankan tembakau, cengkeh, rempah-rempah, dan jutaan manusia untuk tetap dapat hidup masih sangat panjang perjuangannya.

Dengan mengambil semangat dari Ramadhan, dimana kita telah berhasil berjuang untuk menahan segala nafsu dunia. Maka semangat dan perjuangan kretekus untuk mempertahankan sejarah dan kebudayaan kretek juga harus terus dilakukan untuk dapat mencapai tujuan dan kemenangan dari kretekus.

Perjuangan yang ada di depan mata adalah sebuah upaya untuk menghadang nafsu para pemangku kepentingan modal asing yang ingin mendorong Negara untuk meratifikasi atau mengaksesi Framework Convention of Tobbaco Control (FCTC). Sebuah nafsu dari kepentingan modal untuk dapat menguasai tembakau, cengkeh, rempah-rempah, industri dan juga para pemangku kepentingan dalam pertembakauan nasional. Menyingkirkan Negara untuk menghilangkan perlindungan bagi petani tembakau dan cengkeh, menyngkirkan perlindungan bagi industri kecil menengah dan buruh-buruhnya, menyingkirkan perlindungan bagi para pedagang asongan dan warung klontongan, menyingkirkan perlindungan bagi hak-hak para konsumen kretek.

Perjuangan tersebut tentu dapat dikatakan lebih berat dari sekedar perjuangan untuk menahan haus dan dahaga lalu mendapatkan kemenangan setelah satu bulan. Perjuangan ini tidak akan pernah kita ketahui kapan akan selesai dan kapan akan mencapai kemenangan. Perjuangan ini adalah perjuangan besar untuk melawan nafsu orang lain, bukan melawan nafsu diri sendiri. Perjuangan melawan nafsu pemilik modal besar yang memiliki berbagai akses dan kemampuan yang melebihi apa yang dimiliki oleh para Kretekus.

Namun demikian, Ramadhan adalah sebuah pembelajaran bagi kita kaum Kretekus untuk tidak menyerah pada sebuah keadaan, tidak menyerah pada sebuah kondisi bahwa musuh jauh lebih kuat dari apa yang kita miliki. Semangat Ramadhan yang akan menuntun kita pada sebuah keyakinan bahwa kita akan mampu mencapai kemenangan kita dan melawan nafsu pada pemilik modal untuk menguasai apa yang telah kita miliki selama ini.

Dan pada kesempatan ini pula, kami ucapkan selamat merayakan Hari Kemenangan bagi para kretekus yang merayakan dan telah memenangi perjuangannya selama satu bulan Ramadhan. Semoga perjuangan tersebut mampu terus kita pertahankan untuk melanjutkan perjuangan yang lainnya. Perjuangan mempertahankan sejarah dan kebudayaan Nusantara, perjuangan mempertahankan Nusantara dari serangan kepentingan modal asing dan para komperadornya. Perjuangan untuk mencapai kemenangan kita sendiri, kemenangan kretekus.

Redaksi Komunitas Kretek

Maaf Lahir dan Batin