Menggugat Mitos Perokok Pasif

Penelitian tentang rokok tidak pernah berimbang. Selain tidak pernah membeberkan hal positif tentang rokok, penelitian yang biasa dijadikan bahan kampanye antirokok tidak pernah diperbarui. Padahal, ada beberapa penelitian tentang rokok yang selain sudah tidak relevan, juga tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Penelitian soal perokok pasif, misalnya. Selama ini isu perokok pasif selalu dijadikan alat perang garda utama bagi antirokok. Mereka selalu menggunakan mitos-mitos, yang didukung dengan penelitian lama yang sudah tidak relevan.

Penelitian yang dilakukan oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat pada tahun 1992, misalnya. Mereka menyamakan perokok pasif dengan perokok aktif. Dalam asumsinya, karena ada hubungan antara merokok aktif dan kanker paru-paru, maka juga harus ada hubungan sama antara perokok pasif dan kanker paru-paru.

Dengan asumsi tersebut, mereka mengklaim perkara Perokok Pasif merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, yang membunuh sekitar 3.000 non perokok Amerika setiap tahun akibat kanker paru-paru. Dan laporan ini kemudian digunakan oleh gerakan pengendalian tembakau dan lembaga pemerintah, termasuk departemen kesehatan masyarakat, untuk membenarkan hal ini dan menaruh ribuan larangan merokok dalam ruangan di tempat umum.

Namun kemudian asumsi itu telah dibantah sejak lama juga. Pada tahun 1995, penelitian tersebut dibantah oleh Congressional Research Service di amerika serikat. Lembaga ini menganalisis secara kritis dan mendalam penelitian soal ancaman kesehatan bagi perokok pasif yang dipublikasikan oleh Badan Perlindungan Lingkungan.

Laporan tersebut dibantah setelah Congressional Research Service (CRS) melakukan studi selama 20 bulan. Bulan November 1995, CRS merilis analisis rinci laporan yang sangat kritis terhadap metode dan kesimpulan EPA. Tahun 1998, hakim federal kemudian menyatakan hal itu batal dan tidak berlaku. Satu poin buruk penelitian soal rokok mulai diungkap.

Kemudian, pada tahun 2003, dalam British Medical Journal dirilis sebuah makalah definitif tentang perokok pasif dan kematian akibat kanker paru. Dalam laporan ini, para penulis mempelajari sekitar 35.000 orang orang California tidak pernah merokok selama 39 tahun dan tidak menemukan hubungan statistik yang signifikan antara paparan perokok pasif dan kematian kanker paru-paru.

Mitos-mitos kadaluarsa itu pun masih saja diproduksi ulang, terus diceritakan sebagai sebuah cerita seram untuk masyarakat, tanpa pernah memberikan penjelasan riset mana yang menghasilkan asumsi itu. Dan masyarakat, memang masih mudah diprovokasi oleh mitos semacam itu, tanpa pernah mau melakukan verifikasi, tanpa pernah mau mencari data soal mitos perokok pasif. Bahkan tidak mau mencari di google. Ya begitulah.

(Visited 1,034 times, 2 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Editorial