Cengkeh dan Manfaatnya yang Tersembunyi

Siapa tak tahu cengkeh, rempah asli Indonesia ini adalah salah satu alasan Belanda datang jauh-jauh dari Eropa ke Zamrud Khatulistiwa. Sebagai rempah-rempah tentu cengkeh memiliki berbagai manfaat mulai dari manfaat kesehatan hingga ekonomis. Saat ini, cengkeh di Indonesia hampir 90% dimanfaatkan untuk produksi kretek.

Rempah yang memiliki kehangatan bagi tubuh ini bisa tumbuh di Indonesia dengan baik karena iklimnya yang cocok. Menjadi wilayah yang dilewati garis khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis dengan dua musim yaitu kemarau dan hujan. Inilah yang membuat cengkeh tumbuh baik, yaitu musim kemarau yang tidak begitu panjang dan curah angin dan hujan yang terhitung stabil.

Kali ini, coba kita tengok apa sebenarnya peran dari cengkeh. Dari sekian banyak zat dan kandungan dalam kretek asli Indonesia, cengkeh merupakan salah satu rempah yang wajib ada. Dalam kretek, cengkeh digunakan sebagai bahan panambah aroma dan penghangat.

Cengkeh mengandung senyawa eugenol yang bisa dimanfaatkan sebagai analgesik, antiinflamasi, antimikroba, antiviral, antifungal, antiseptik, antispamosdik, antiemetik, stimulan, anastetik lokal. Singkatnya, cengkeh memiliki khasiat yang baik untuk tubuh sebagai penangkal bakteri dan penghilang rasa letih.

Tak sampai di situ, cengkeh pun memiliki khasiat lain. Senyawa eugenol dalam cengkeh secara biologis merupakan bagian yang paling aktif dari semen zinc oxide eugenol, yang memiliki kemampuan dalam memblok transmisi impuls syaraf sangat bermanfaat dalam mengurangi rasa nyeri pada pulpitis. Pulpitis merupakan peradangan pada pulpa gigi, maka dari itu cengkeh sering disebut memiliki manfaat sebagai obat gigi.

Zinc oxide eugenol dalam cengkeh itu memiliki kekuatan antibakteri yang lebih kuat dibandingkan dengan bahan penyemen gigi lainnya seperti polikarboksilat, zinc fosfat, silikofosfat, kalsium hidroksida dan resin komposit. Hal ini yang menjadikan cengkeh sebagai rempah paling baik dalam penyembuhana radang gigi.

Bahkan, dii Portugal bunga cengkeh yang masih hijau diambil cairannya dan dipakai untuk obat jantung. Alasannya, lagi-lagi euganol di dalam cengkeh dapat mencegah terjadinya pembekuan darah. Maka tak hanya bisa mencegah penyakit jantung tapi juga stroke dan penyakit pembuluh darah.

Masih di Portugal, beberapa dokter menyarankan penggunaan cengkeh untuk meningkatkan pencernaan karena percaya bahwa cengkeh dapat memperkuat kerja perut, hati dan jantung. Sampai sekrang penelitian terkait manfaat cengkeh ini masih terus digali dan dicari tahu.

Cengkeh juga masih memiliki khasita lain bagi kulit dan rambut. Di antaranya sebagai pencegah kerontokan rambut dan penghilang noda atau jerawat paada kulit. Selain itu, berfungsi juga sebagai antioksidan yang bisa merawat kesehatan kulit dan wajah.

Meski manfaat rempah asli Indonesia ini begitu banyak, orang Indonesia sendiri belum banyak yang tahu.Pemanfaatannya saja seperti yang sudah disebutkan di awal hampir 90% digunakan untuk industri kretek, sisanya untuk industri farmasi, makanan, dan pemaikaian rumah tangga. Secara tak langsung bisa dikatakan kita hanya akan mudah mendapatkan cengkeh di Indonesia dari kretek.

Padahal, kretek selalu dipermasalahkan dan dibilang berbahaya bagi kesehatan karena mengandung banyak zat kimia racun yang mengancam tubuh. Namun, di balik itu semua kretek malah mengandung cengkeh yang memiliki banyak manfaat. Penelitian terkait peran cengkeh dalam kretek masih terus dikembangkan dan mungkin pada kadar tertentu bisa menjadi solusi tersendiri bagi berbagai zat bahaya lain di dalamnya.