Ruangan Merokok Sebagai Bentuk Penghormatan Pada Pelanggan

Menghisap rokok kala berada di warung makan ataupun kafe memang memiliki nilai faedah tersendiri bagi para penikmat rokok. Selain sebagai sarana untuk mengusir rasa bosan dalam menunggu hidangan disajikan, rokok juga umumnya menjadi teman setia bagi seseorang yang tengah berbincang di meja makan.

Ada nilai dan kenikmatan tersendiri pada kesempatan itu pastinya. Namun apa yang saya alami lebih dari itu. Ada nikmat tersendiri yang hadir bukan karena menghisap rokok demi mengusir rasa bosan maupun berbincang dengan teman di meja makan.

Kenikmatan-kenikmatan yang telah dipaparkan itu, akan terasa sangat bias jikalau tidak mendapatkan penghormatan dari orang lain. Ada kebahagiaan yang mengorbankan perasaan orang lain, begitu kira-kira gambarannya. Namun, apa yang telah saya khawatirkan berbanding terbalik dengan realitanya. Disini saya dan para perokok lainnya merasa dihormati meskipun kami sedang merokok.

Ketika itu, tepatnya semenjak memasuki musim hujan, seringkali saya memilih untuk berada di setiap sudut warung makan dan kafe yang berada di kampus UIN Jakarta, tempat saya mengemban kuliah. Saat musim hujan tiba, basement-basement kampus sudah tidak bisa difungsikan lagi sebagai tempat nongkrong bareng teman-teman karena sudah becek diguyur hujan. Alhasil, kafe lah yang kami pilih sebagai tempat untuk bertukar cerita.

Ada banyak kafe yang terdapat di sekitaran UIN Jakarta. Begitu banyak, hingga ada satu-dua cafe yang belum sempat saya singgahi. Bertempat di dalam kampus maupun di luar kampus. Cita rasa dari hidangan yang disajikan pun tak perlu diragukan lagi, sungguh bisa bersaing dengan cafe-cafe bonafit yang terdapat di pusat kota.

Tatkala waktu istirahat tiba, biasanya saya dan teman-teman berkunjung ke Kafe Cangkir yang terletak di sekitaran gedung FSH dan Fidikom kampus UIN Jakarta. Saya memilih singgah ke lantai dua kafe tersebut sebab di lantai itulah saya dapat menyantap hidangan sembari ditemani oleh satu-dua batang rokok.

Ruang khusus merokok di lantai dua Kafe Cangkir ini bisa kita temukan dalam bentuk outdoor. Para pengunjung yang merokok dapat mengkonsumsi rokok di selasar depan lantai dua Café Cangkir ini. Tempat ini biasa dijadikan lahan nongkrong dan tempat bermusik ria.

Salah seorang pelayan Kafe Cangkir mengatakan, ruangan khusus merokok memang ditujukan bagi para pengunjungnya yang ingin merokok. Agar para pengunjung baik perokok maupun non perokok bisa nyaman berada di dalam Kafe cangkir dan mau berkunjung kembali di lain waktu.

Obrolan pun sudah dilangsungkan. Dan tak perlu ditanyakan lagi, rokok menjadi salah satu selingan saya dan teman-teman dalam berbincang ria. Menghilangkan rasa lelah ketika sudah separuh hari menjalankan kuliah. Kesan merasa diganggu bagi orang-orang non perokok lantaran adanya asap rokok sirna seketika. Keberadaan ruangan khusus merokok dalam Kafe cangkir tersebut membuat kami tak perlu risau dalam menghisap satu-dua batang rokok.

Jika kita melangkahkan kaki ke luar kampus, masih banyak pula Fafe ataupun ruang makan yang menyediakan ruangan khusus merokok. Warung makan Surabi Teras di Ciputat, misalnya. Para perokok dapat memilih dua macam tempat untuk dapat menyantap hidangan sembari menghisap rokok. Satu di selasar Surabi Teras dan sisanya di lantai dua gedung tersebut. Alasan yang disajikan pun serupa, demi memanjakan para pengunjung yang ingin menghisap rokok.

Ihwal ruangan khusus merokok memang memiliki urgensi tersendiri. Memberikan bentuk penghormatan satu sama lain baik antara pelayan Kafe, tamu perokok maupun yang non perokok. Di samping itu, keberadaan ruang merokok semakin menegaskan bahwa masyarakat Indonesia memegang teguh prinsip toleransi.

(Visited 1 times, 1 visits today)