Asap

asap yang mengepul dari rongga zaman

mencoreng wajahku, mencoreng langit sebelum senja

ke mana benih akan disemai padahal tanahku tergenang air mata

ke mana kita hendak pulang sedang rumah telah jadi penjara.

doa-doa kandas terantuk senyum wanita.

kuresapkan perih oleh asap yang bertualang dari masa ke masa

merobek daun-daun siwalan

tapi dialah asap yang menyisir ekor pulau

dan mengangkut cinta dari karang ke bulan

berkawan kunang-kunang

asap yang itam berputar-putar dan membiarakan serigala mendapatkan

            terang.

asap mencari keadilan

ke barat ke timur, ke pantai dan ke dalam hatiku yang sedang memikul

          geram lautan.

pada senyum yang lahir dari roh yang lapar

terjawab satu bab tanya

dari asapmu yang kekal.

D. Zawawi Imron

Dari buku NENEK MOYANGKU AIR MATA

tiga kumpulan sajak

Hal. 81