Jalan Kaliurang, Km. 5,5 No.1

Jogja. Kota yang mungkin memiliki kenangan tersendiri bagi setiap orang yang pernah datang ke sana. Sementara, bagi yang belum pernah datang ke Jogja, mereka sangat ingin melihat Jogja sebenarnya, bukan hanya dari cerita saja.

Berwisata, bercengkrama dengan keramahan warganya, berfoto tentunya, lalu pulang dengan segala kenangannya. Dan kemudian terbesit dalam pikiran untuk ingin kembali lagi ke Jogja suatu saat nanti. Karena sepertinya waktu yang dimiliki ketika mengunjungi Jogja, selalu tak cukup.

Sesaat ketika anda lelah dan ingin beristirahat sebentar sebelum melanjutkan tamasya anda menikmati keindahan Jogja, maka secangkir kopi dan sebatang rokok kretek tentunya akan sangat menyegarkan. Dan dapat melanjutkan kembali wisata anda berkeliling Jogja.

Dimana tempat minum kopi yang menarik saat anda sedang berjalan-jalan di Jogja? Cobalah arahkan kaki anda menuju Jalan Kaliurang, kilometer 5,5 No.1. Carilah kedai kopi mungil dengan kombinasi warna hijau dan coklat kayu. Buka pintunya, duduk, dan pesanlah kopi yang anda inginkan.

Para pelayan yang ramah, sebagaimana khas warga Jogja, akan memanjakan anda dengan pesanan anda. Kopi tubruk, housebland, capucino, moccacino, coffee latte, atau sajian kopi lainnya boleh anda coba. Tentu juga bisa memesan jenis kopi yang ingin anda sruput. Gayo? Mandailing? Toraja? Terserah sesuai selera lidah anda.

Saat kopi anda datang, nikmatilah bersama dengan sebatang rokok kretek. Tak peu khawatir, di tempat itu ramah bagi perokok. Tak ada larangan merokok. Bagi pengunjung yang tidak merokok, juga tak ada paksaan untuk merokok.

Sebagaimana warga masyarakat Jogja yang hidup berdampingan saling menghargai dan menghormati, di kedai ini, para perokok dan bukan perokok juga berperilaku sama. Saling menghargai dan menghormati. Semata karena itu adalah modal sosial sebuah masyarakat untuk dapat hidup rukun berdampingan.

Jika anda melihat orang yang duduk sendiri asik di depan laptopnya, tak peduli sekitarnya, anda tak usah heran. Bukan karena tabiatnya seperti itu, tp biasanya dia adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas atau skripsinya. Walau kadang sedang berelaksasi dengan bermain game.

Jika anda melihat sekumpulan orang dalam satu meja sedang berbincang sambil diselingi tawa, itu hal yang biasa. Warga Jogja memang sangat menikmati kehidupan sosialnya dalam bentuk obrolan, cerita dan canda.

Namum cobalah datang ke sana pada petang hari. Jika anda beruntung, anda akan dihibur oleh seorang pengamen tua yang biasa dipanggil Pak Pieter Lenon. Tubuhnya yang kurus, tinggi dan berkacamata, dengan gitar dan harmonikanya, serta lantunan lagu-lagu milik The Beatles, akan membuat anda ikut bernyanyi. Atau minimal anda akan bersenandung.

Jangan lupa siapkan uang kecil anda untuknya, dan dia akan memberikan ucapan terima kasih serta senyum untuk anda. Lalu setelah itu, srutup kembali kopi anda dan hisap lagi rokok kretek anda.

Selamat datang di Jogja. Selamat datang di Hestek Kopi. Dan selamat menikmati.

(Visited 477 times, 2 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Ragam