Selamat Ulang Tahun Kamerad

“I propose the immediate launching of a nuclear strike on the United States. The Cuban people are prepared to sacrifice themselves for the cause of the destruction of imperialism and the victory of world revolution”

Ia lahir 90 tahun lalu, 13 Agusutus 1926 di kota Holguin. Pada tanggal 27 Oktober 1492, Christopher Colombus menginjakkan kakinya di kota itu. “The most beautiful country human eyes had ever seen,” begitu gumamnya. Patung dirinya berdiri di sebuah sudut pantai, Guardalavaca, sebuah kota di Provinsi Holguín, Kuba.

Fidel Alejandro Castro Ruz nama lengkapnya, dan orang lebih mengenalnya dengan nama Fidel Castro. Seorang dengan gelar doktor di bidang hukum, yang memilih mengangkat senjata untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Fulgencio Batista. Satu pilihan cara mengambil alih kekuasaan, yang mungkin tak dibenarkan dalam tatanan hukum rezim Batista.

Bersama dengan adiknya, Raul Castro yang saat ini menggantikannya menjadi Presiden Kuba, dan juga tokoh revolusioner yang sangat terkenal di seantero dunia, Ernesto ‘Che’ Guevara, mereka berhasil menggulingkan Batista dan menerapkan satu tatanan baru masyarakat di Kuba, sosialis.

Seperti juga sahabatnya, Che. Wajah Castro juga sering terpampang dengan gaya khasnya, saat menghisap cerutu. Kuba dan Castro memang tak bisa dipisahkan, cerutu Cohiba Lanceros yang panjang dan ramping menjadi pilihan favoritnya. Kuba dan Cerutu, adalah dua hal lain yang juga tak dapat dipisahkan.

Cerutu Kuba memang telah dikenal dunia sebagai cerutu dengan kualitas nomor satu dengan harga yang mahal. Maka tak heran, jika di berbagai Negara, cerutu hanya menjadi konsumsi milik mereka yang berada. Para pengusaha, eksekutif muda, kelas menengah, atau juga para tuan tanah. Namun tidak demikian tentunya di Kuba, seorang buruh pabrik atau petani sekalipun, mereka biasa menghisap cerutu.

Cerutu memang menjadi komoditas ekspor terbesar bagi Kuba, dan merupakan penyumbang devisa terbesar kedua di negara tersebut setelah pariwisata. Di Kuba sendiri, terdapat sekitar 40-an pabrik cerutu, salah satu yang terbesar dan tertua adalah Partagas Real Fabrica de Tobacos, yang beridiri sejak 1845 dan terletak di daerah Old Havana.

Helai-helai tembakau yang digunakan untuk membuat cerutu, didatangkan langsung dari pertanian tembakau di Pinal del Rio. Satu daerah yang memang dikenal sebagai penghasil tembakau terbaik yang digunakan untuk Cerutu.

Kuba memang sangat menarik, keberanian dan keberhasilan rakyat dan pemimpinnya melawan imperialisme Amerika Serikat, kerap kali menjadi satu referensi bagi berbagai kelompok gerakan rakyat di dunia, yang ingin melawan imperialisme.

Tak heran jika pada saat Indonesia dipimpin oleh Bung Karno, Indonesia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Kuba. Dengan Fidel Castro. Dua tokoh besar dunia, dari dua Negara yang sama-sama menentang keras imperialisme Amerika Serikat.

Dan seperti Kuba, Indonesia juga memiliki perkebunan tembakau yang luas dan memberikan kontribusi yang besar bagi Negara. Jika Kuba mempunyai cerutu, maka Indonesia mempunyai kretek, sebagai sebuah produk olahan yang dihasilkan dari tanaman tembakau. Cerutu Kuba pernah menjadi ‘buah terlarang’ di Amerika Serikat, akibat kebijakan embargonya. Begitu pula dengan kretek, yang juga sempat dilarang dijual di Amerika Serikat karena dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Hal yang ironis tentunya, mengingat saat ini produsen produk hasil tembakau terbesar di dunia, merupakan perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat. Philip Moris.

Di kalangan anak muda, Fidel Castro memang tak setenar koleganya, Che Guevara. Namun sejatinya, Fidel Castro merupakan pimpinan tertinggi pada masa pemberontakan rezim Batista, dan hingga saat Kuba menjadi Negara sosialis.

Beberapa tahun belakangan, ia selalu digosipkan telah meninggal dunia. Memang usianya tak muda lagi, dan kondisi kesehatannya terus menurun. Namun ia masih hidup dan menikmati sosialisme, hasil perjuangannya. Tahun lalu, ketika rumor tersebut kembali beredar, salah satu legenda sepakbola dunia dari Argentina Diego Armando Maradona memamerkan sepucuk surat yang ditandatangani Fidel Castro. Ia ingin membuktikan pada dunia, bahwa sang tokoh revolusioner masih hidup.

Dan hari ini, genap ia berusia 90 tahun. Hanya doa baginya yang terlantun. Tak ada cerutu Kuba di tangan ini, hanya ada sebatang kretek miliki Indonesia. Tapi setiap hisapan kretek ini, adalah doa bagimu untuk terus sehat dan panjang umur. Dan setiap hisapan kretek ini, adalah solidaritas bagimu untuk sosialisme yang telah berhasil kau perjuangkan.

“Ide soal komunis Kuba akan berlanjut. Sebagai bukti bahwa di planet ini, jika kalian bekerja keras dan bermartabat, kalian bisa menghasilkan bahan dan barang yang dibutuhkan manusia.”

-Fidel Castro, dalam pidatonya pada penutupan kongres Partai Komunis Kuba bulan April 2016-

(Visited 438 times, 1 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Ragam