6 Hal yang Harus Diperhatikan Agar Menjadi Perokok yang ‘Keren’

Karena sering dianggap mengganggu kenyamanan orang lain, perokok kerap dinilai sebagai kebiasaan yang negatif. Lebih-lebih oleh antirokok, sialnya, mereka yang lebih demokratis terhadap rokok pun kerap kali ikut-ikutan. Sederet tudingan miring walhasil harus sering diterima perokok karena kebiasannya itu. Mulai merokok yang dianggap kebiasaan yang merugikan hingga, menyakiti diri sendiri.

“Kok mau, ya?” Begitu kira-kira ungkapan yang keluar dari mereka yang tidak merokok.

Padahal selain perokok itu sendiri, tak ada yang berhak menghakimi seseorang untuk menjadi perokok. Selama perokok masih menghargai sesamanya yang tidak merokok, maka status perokok tak ada yang berbeda dengan warga negara lainnya di negeri ini; ia berhak mendapat hak dan perlindungan sebagai warga negara. Kecuali bagi mereka yang memiliki otak fasis yang menilai perokok harus dihilangkan dari bumi. Berikut beberapa tips agar menjadi perokok yang bijak dan elegan.

Merokok itu pilihan, bukan kewajiban

Perokok mungkin merasakan sederet manfaat atas kebiasannya. Merokok bisa menemani saat bersama teman-teman; membuat suasana jadi terasa hangat. Merokok juga bisa menemani saat suasana hati sedang tak keruan. Merokok bisa menemani saat mengerjakan tugas, saat sendiri atau banyak orang. Tak heran, rokok kadang dianggap menjadi teman paling setia dalam suasana apapun. Baik senang maupun susah. Kecuali satu: jika kantong sedang ‘bolong’.

Tapi jangan sekali-kali memaksakan temanmu yang tidak merokok untuk merokok. Merokok adalah pilihan, bukan kewajiban.

Tidak merokok dalam angkutan umum

Ini bukan soal hukum, karena aturan merokok di angkutan umum memang dilarang sesuai UU No. 39 tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) misalnya. Atau beberapa aturan lain yang mengatur kawasan yang harus steril dari asap rokok. Bukan, ini bukan soal menaati aturan itu. Karena merokok adalah soal berbagi hak, perokok mestinya tahu, ada sebagian orang yang memilih untuk tidak merokok atau terpapar asap rokok.

Yang perlu diingat, meski legal, status perokok di negara ini oleh sebagian pihak mendapat status yang kurang baik. Tak melakukan kesalahan pun perokok akan menerima label negatif, sebaiknya perokok hati-hati karena itu. Selektif dalam memilih tempat saat merokok bisa sedikit mengurangi stigma orang terhadpa merokok.

Tentu tak hanya angkutan umum, pula di kawasan-kawasan lain yang memang dilarang untuk merokok, seperti rumah sakit, sekolah, rumah ibadah, atau tempat umum lainnya.

Jangan sekali-kali merokok depan anak-anak

Perokok bijak tentu tak akan merokok depan anak-anak. Di antara anggota keluarga, saya paling tidak berani merokok depan adik saya. Pasca ibu tahu kalau merokok, saya kerap ditawari ibu untuk beli rokok jika akan pergi ke pasar. Ke bapak, saya sering minta rokok kalau sedang krisis. Saya hanya tak ingin kebiasaan merokok saya diketahui adik. Entahlah. Selain tentu saja karena urusan kesehatan, anak kecil paling mudah mencontoh anggota keluarganya dalam melakukan sesuatu. Dan hanya kakak yang kurang ajar yang berharap adiknya yang belum genap 10 tahun menjadi perokok.

Jadilah perokok yang sensitif

Ingat, menurut penelitian yang sudah teruji (bukan curhat kok!), enggak peka atau kurang sensitif menjadi alasan terbesar seseorang diputuskan oleh pasangannya.

Siapa di antara kita yang senang dibenci orang lain? Lebih-lebih di depan orang yang kita tak kenal, perokok mestinya lebih peka dan memerhatikan sekitar jika hendak merokok. Menjadi perokok sensitif adalah dia yang selektif memilih tempat untuk menyalakan rokoknya. Tak semua orang suka dengan paparan asap rokok kita. Selama menjaga etika menjadi seorang perokok, tak usah pesimis menjadi perokok. Jika semua itu sudah ditunaikan, namun masih juga dinyinyirin, wo ya gelut wae nang prapatan, ya ora?

Jaga bau mulut dengan mengantongi permen

Jangan mentang-mentang pacar atau mantan sudah berbaris, kita abai terhadap penampilan. Orang-orang memang sudah tahu kau mantan playboy, tapi menghargai orang lain tentu tak ada salahnya. Itu baik untuk kelangsungan kehidupan sosial yang harmonis. Nabi pun menganjurkan itu. Merokok kadang membuat mulut menjadi kering, maka pilihan terbaik adalah sedia permen, khususnya permen mint untuk menjaga bau mulut tetap stabil.

Terakhir, Menjaga kesehatan dengan rajin minum air putih dan rajiin olahraga

Kalau kita mengamini bahwa rokok menyebabkan sejumlah penyakit mematikan seperti kanker, sakit jantung, struk, gangguan kehamilan, hingga dapat membunuh, ada baiknya kita juga meyakinin pola hidup yang tak seimbang jauh lebih membahayakan daripada asap rokok. Maka tak ada salahnya kita juga rajin berolahraga dan minum air putih. Tak harus olahraga mahal, cukup rajin, misalnya main futsal atau lari pagi setiap minggu. Saya doakan badanmu akan tetap bugar hingga cucu-cucumu besar nanti. Seperti Mbah Gotho.

(Visited 341 times, 3 visits today)

Komentar

komentar

Categories: Ragam

Tags: ,,,