LA Ice Purple Boost
Ragam

LA Ice Purple Boost; Jagoan Baru Djarum

Tren rokok mild dengan sensasi menthol dan capsule/click yang berada dalam filter ini memang sedang digandrungi oleh kawula muda. Akhirnya setelah sekian lama, PT Djarum mengeluarkan produk LTLN dengan teknologi capsule/click yang diberi nama LA Ice Purple Boost.

Rokok mild dengan capsule ini dipelopori oleh Sampoerna Flava yang hadir beberapa tahun yang lalu. Saya tidak ingat pastinya, yang saya ingat, iklan rokok Flava ini pertama kali saya lihat saat masih menginjak bangku sekolah menengah pertama. Kemudian karena suatu hal yang saya tidak ketahui, produk rokok Sampoerna Flava ditarik di pasaran dan tak lagi beredar. Semenjak saat itu, rokok dengan capsule ini semakin menjadi incaran para penikmat rokok menthol.

Setelah kemunculan rokok Flava, berbagai pabrik rokok kemudian meluncurkan varian rokok mild dengan teknologi capsule mint tersebut. Salah satu pabrikan rokok yang konsisten mengeluarkan produk rokok dengan capsule ini adalah Esse.

Sebagai penikmat rokok dari pabrikan Djarum, tentu sangat menanti-nanti Djarum mengeluarkan varian rokok mild dengan capsule yang bisa diklik. Akhirnya pada bulan juni kemarin, Djarum meluncurkan produk yang saya nantikan tersebut. Mendengar hal tersebut dari kawan dekat saya, tak perlu waktu lama saya mencari rokok tersebut dan alhamdulilah ketemu di salah satu warung di daerah Jogjakarta.

Sekilas dilihat dari bungkusnya, rokok LA Ice Purple Boost ini cukup mirip dengan produk LA lainya. Perbedaanya hanya ada di warna ungu yang mendominasi bungkusnya dan tambahan motif lingkaran. Terdapat gambar capsule yang berada di sisi bawah bungkus beserta tulisan PURPLEBOOST yang menjadi penekanan identitas rokok ini.

Jika melihat kandungan tar dan nikotin di rokok LA Ice Purple Boost ini tidak jauh berbeda dengan rokok LA Ice reguler, namun lebih rendah sedikit ketimbang seniornya yakni LA Lights (1 MG Nikotin dan 15 MG tar). LA Ice Purple Boost ini mempunyai kandungan 0,8 MG Nikotin dan 12 MG Tar. Nampaknya dimaksudkan agar rasa menthol lebih terasa nendang.

Baca Juga:  Tembakau Linting Yang Semakin Populer

Secara kemasan, menurut saya, LA Ice Purple Boost ini cukup sukses mengusung tema dan desain yang sesuai dengan target pasarnya, yakni anak muda. Anak muda di sini tentu yang sudah berusia 18 tahun lho ya, sesuai dengan batasan usia konsumen rokok menurut undang-undang yang berlaku di Indonesia. Secara keseluruhan bungkusnya itu futuristik dan ngejreng warnanya, bikin tertarik setidaknya untuk sekedar nyobain rokok ini.

Tampak depan bungkus LA Ice Purple Boost

Batang rokoknya mirip dengan batang rokok mild reguler. Tidak ada perbedaan yang mencolok. Perbedaanya hanya terdapat pada tulisan LA Ice dan ada gambar capsule di busa filter-nya. Salah satu kebiasaan saya sebelum bakar rokok menthol seperti ini biasanya saya mencium-cium dulu batangnya. Aroma anggurnya sudah terasa legit bahkan sebelum rokok ini dibakar. Wanginya itu mirip banget sama permen Relaxa yang rasa anggur.

Tampilan batang rokok LA Ice Purple Boost

Soal rasa, sensasi menthol dan sensasi anggurnya terasa balance. Rasa mentholnya tidak sekuat dan senyegrak LA Ice yang reguler. Ciri khas rasa LA Lights juga masih ada dalam rokok ini. After taste menthol dan anggurnya terasa singkat di tenggorokan. Jika dibandingkan dengan rokok LA Ice yang reguler saya lebih cocok dengan rokok ini. Menurut saya, menthol di rokok LA Ice yang reguler itu terlalu kuat dan nyegrak di tenggorokan. Sedangkan menthol di Purple Boost ini terasa seimbang dengan rasa anggurnya. Jadi Purple Boost-nya itu bukan sekedar aroma, tapi juga sensasi rasa. Berbeda jika dibandingkan dengan rokok lain yang sejenis, Esse Honeypop, misalnya, sensasi madunya hanya terasa pada aromanya, sedangkan ketika rokoknya dibakar, sensasi madunya kalah dengan rasa mentholnya.

Baca Juga:  Menjadi Perokok Etis dengan Tidak Menjadi Curanrek

Secara keseluruhan rokok LA Ice Purple Boost ini adalah varian sempurna dari pendahulunya yaitu LA Ice. Selain itu, rokok ini bagi saya adalah rokok dengan capsule paling enak. Dibanding sederet varian rokok Esse yang sama-sama menggunakan capsule, Purple Boost ini merupakan rokok yang paling the best. Djarum tidak buru-buru mengeluarkan varian dengan teknologi capsule semacam ini, namun sekalinya keluar, bisa dikatakan produknya sempurna, setidaknya begitu menurut saya. Yang jadi perhatian mungkin soal harganya. Saya beli rokok ini kemarin diharga Rp 28.000, harga yang tidak bisa dibilang murah bagi kantong saya. Rokok ini masuk ke dalam rokok SKM golongan satu. Bisa dilihat dari tarif cukai per batangnya, yakni Rp 985.

LA Ice Purple Boost ini sangat layak untuk dicoba. Bagi saya, rokok menthol akan tetap menjadi rokok selingan, sangat sulit untuk menjadikannya rokok harian. Di samping harganya yang cukup menguras kantong, sensasi menthol dari rokok itu bisa membuat lidah kebas. Kalau mengonsumsinya masih dalam tahap sebungkus atau dua bungkus masih oke. Namun kalau setiap harinya mengkonsumsi rokok menthol lidah bakalan kebas, sensasi rasa buahnya mulai memudar. Yang tertinggal hanya rasa mentholnya saja. Selain itu rokok menthol itu terdapat waktu-waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya. Misalnya saat cuaca sedang panas atau saat kita lagi gerah. Kalau dikonsumsinya malam hari, rokok menthol tersebut kurang nikmat. Demikian pengalaman pribadi saya.

Videographer , Komunitas Kretek
Penulis di Komunitas Kretek

You might also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.