Dua Fakta Mutakhir Manfaat Tembakau

Tembakau telah mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Perbincangan tentangnya selalu mengalami tarik ulur pro dan kontra yang tak berkesudahan. Tak jarang, dalam perjalanannya itu, terselip ragam intrik untuk menghilangkan fakta khasiat atau manfaat tanaman  yang pernah mendapat sebutan “tanaman suci” ini.

Ambil contoh saja, wacana anti-tembakau yang gencar dilakukan beberapa kalangan. Tembakau yang menjadi bahan baku rokok diidentikan dengan persoalan kesehatan. “Tanaman suci” ini dicap menjadi ancaman kematian satu miliar orang di dunia. Implikasinya, muncul banyak tata aturan yang mengatur bahkan membatasi peredaran tembakau dan rokok. Parahnya lagi, muncul diskriminasi yang dilekatkan pada perokok dalam hal ini sebagai konsumen tembakau.

Tidak hanya oleh kalangan sipil, lontaran diskriminasi bahkan dilakukan oleh perangkat negara setingkat menteri. Misalnya saja: lontaran perokok mendapat ancaman tidak boleh mendapatkan hak jaminan kesehatan. Baru-baru ini ada ucapan dari Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, bahwa perokok dilarang untuk menjadi pegawai negeri sipil. Sungguh mengecewakan.

Namun demikian, tembakau kembali menjadi perbincangan. Bukan karena dicap sebagai peyebab persoalan kesehatan, justru karena manfaatnya. Berikut tidak fakta mutakhir manfaat tembakau:

  1. Penangkal  Virus Ebola

Dunia sedang dihebohkan dengan kemunculan virus Ebola. Kurang dari empat bulan sejak virus Ebola menyebar, 932 warga Sierra leone, Guinea, Liberia dan Nigeria meregang nyawa. Dalam perkembangannya, data tersebut meningkat hingga lebih 1.500 orang meninggal dunia.

Virus Ebola diidentikkan dengan virus HIV. Virus Ebola menyerang organ yang juga menjadi sasaran virus HIV.  Selain itu, ternyata belum ada satu pun obat yang mampu mengankal virus ini. Dalam catatan dunia kesehatan, infeksi virus Ebola merupakan wabah terbesar dalam sejarah. Tidak hanya di benua Afrika, virus Ebola juga telah menyebar di belahan dunia lain, salah satunya Amerika.

Baru-baru ini, tembakau menjadi elemen yang dikembangkan untuk mengangkal virus Ebola. Beberapa penelitian di beberapa negara menunjukkan fakta yang menggembirakan. Salah satu penelitian yang dilakukan The Scripps Research Institute, sebagaimana dikutip oleh Reuters menunjukkan bahwa tembakau merupakan salah satu bahan dasar yang baik untuk memperkuat system antibodi. Obat berbahan baku tembakau yang dikembangkan adalah ZMapp.

  1. Bahan bakar alternatif untuk pesawat

Perusahaan pembuat pesawat terbang Amerika Serikat, Boeing bekerjasama dengan perusahaan penerbangan Afrika Selatan dan perusahaan bahan bakar biofuel pesawat asal Belanda, SkyNRG mengebangkan bahan bakar jet dari biji tanaman tembakau. Bahan bakar yang berasal dari tembakau ini juga untuk mempromoskan energi ramah lingkungan. Bahan bakar dari tembakau ini dipercaya mampu mengurangi emisi karbon hingga 80 %.

Dunia sedang optimis dengan peran tembakau. Barangkali, hanya segelintir saja kelompok anti rokok yang  tertunduk lesu dan tidak bahagia. Atau, segelintir orang yang lebih percaya kebohongan dunia farmasi supaya asap dapur tetap mengepul. Mungkin saja.

Sumber: Tempo.co