Ihwal Ruang Merokok

ruang merokok di Jerman
ruang merokok di Jerman

Area merokok, ruang khusus merokok, smoking room, smoking lounge sejenis tajuk yang merujuk area untuk merokok. Ya, apalah arti sebuah nama begitu kata sastrawan besar Shakesphare, tak ada soal tentang julukan. Sebab, artinya memang sama saja, tempat untuk merokok. Tetapi kalau mau mengurainya dari segi kebahasaan bisa lain soal.

Di Indonesia, area untuk merokok menjadi area khusus. Entah sejak kapan dan dimana ada area khusus merokok itu. Namun demikian, dari sisi peraturan ruang merokok, Undang-undang Kesehatan tahun 2009 dapat menjadi rujukannya. Dalam salah satu pasalnya disebutkan tentang ruang khusus merokok.  Pada 2011, Putusan Mahkamah Konstitusi nomor 57 mengubah kata “dapat” pada pasal 115 (1) UU Kesehatan dihilangkan: “Khusus bagi tempat kerja, tempat umum, dan tempat lainnya menyediakan tempat khusus untuk merokok”.

Apa arti penting ruang merokok? Begini, pertama, dari segi hukum, merokok bukan perbuatan melanggar hukum.  Kedua, aktivtas merokok merupakan hak seorang warga Negara.Di samping itu, aktivitas merokok juga harus menghormati warga negara yang tidak merokok. Untuk itu, perlu tempat yang disediakan yang mampu memenuhi masing-masing hak warga Negara tersebut. Begitu.

Oh, ya kembali soal segi kebahasaan tadi. Ruang khusus merokok sepadan dengan makna smoking room dalam bahasa Inggris. Ini berbeda dengan pemaknaan smoking lounge yang jamak dipakai sebagai area khusus merokok di beberapa negara. Dalam Oxford Dictionary, lounge dimaknai lie, sit, or stand in relaxed or lazy way. Makna santai, relaks tersirat dari kata ini. Berbeda dengan kata

1. Osaka Kansai, Jepang 

Kansai Jepang

 

2.Tambo International Airport Johannesburg

Tambo International Airport

 

3. Geneva International Airport

Geneva 3

 

4. Dubai

Dubai

 

5. Munich Airport

Munich 2

 

Munich

 

6. Changi Airport Singapura

Changi

 

Nah, ketika lounge identik dengan tempat bersantai, Bagaimana dengan bahasa Indonesia. Bahasa mencerminkan kebudayaan sebuah bangsa. Bisa saja, tempat merokok bisa mengadopsi bahasa-bahasa daerah untuk mengganti istilah “ruang” atau “area” dengan saung, angkringan, bale-bale, lincak. Siapa tahu?