Perkara Rokok dalam Pacaran

Pacaran

Menjalin hubungan yang sehat bersama kekasih hingga jenjang rumah tangga adalah impian semua orang. Oke, baiklah, sebagian orang. Kalau begitu tak perlu kita bahas sebagian orang yang tak punya impian tersebut. Karena sesungguhnya yang sebagian itu adalah golongan orang merugi.

Hubungan sehat terjalin karena komunikasi yang baik, rasa sayang yang cukup, dan pengertian yang baik satu sama lain. Tak bisa jika hanya satu pihak yang melakukan itu, satu lainnya tidak. Kalau sudah begitu, percayalah, hubungan yang Anda jalani bukanlah sesuatu yang sehat.

Ada beberapa hal yang mudah dijadikan indikator hubungan sehat atau tidak. Dan salah satu yang paling banyak terjadi adalah aturan merokok dalam hubungan. Tapi perkara ini tidak berlaku jika kedua pihak dalam hubungan sama-sama merokok. Paling keributan yang terjadi di antara mereka hanya cekcok soal korek yang hilang.

Dalam menjalani hubungan, biasanya ada aturan-aturan kecil yang mungkin tidak tertulis atau tidak terucap, tapi menjadi penting untuk dilakukan. Misal, pacar Anda bukan perokok dan Ia tidak suka terganggu dengan asap rokok, maka Anda harus sadar bahwa merokok di sampingnya adalah perbuatan fatal. Sudah tahu pacar Anda tidak suka rokok, kalau Anda malah merokok di dekatnya kan sama saja ngajak ribut.

Hubungan yang sehat terjalin, seperti yang saya katakan di atas, bukan cuma karena rasa sayang atau komunikasi yang baik. Tapi juga kemampuan untuk mengerti dan menghargai pasangan. Kalau pasangan Anda tidak suka rokok, ya setidaknya jangan merokok di sampingnya.

Persoalan ini memang tidak kemudian membuat Anda jadi berhenti merokok. Cukup jangan merokok di dekatnya. Kalau suatu waktu sedang kencan, makan bersama, lalu mulut kecut dan butuh merokok, mintalah izin sejenak. Barang sebatang dua, biasanya sih masih diizinkan. Asal jangan sampai menghabiskan satu bungkus, itu artinya bikin pacar Anda menunggu lama.

Terus kalau mau datang ngapel ke rumah doi, harus tahu kesukaan orang tua pacarmu. Kalau bapaknya enggak merokok, bawakan martabak atau makanan apalah biar pada senang. Kalau merokok, ya belikan rokok yang dia suka. Supaya lengkap.

Biasanya, di awal-awal pacarmu (mungkin) masih belum menerima kamu merokok apa adanya. Ya enggak apa, tahap-tahap awal pacaran memang jadi proses untuk membiasakan diri satu sama lain. Tapi nantinya aktivitas kamu ini juga bakal dihargai sama doi, tapi ya tetap dalam posisi tertentu harus menghargai hak dia yang enggak merokok.

Kalau pacarmu malah menuntut kamu berhenti merokok, pokoknya harus berhenti merokok meski kamu sudah berupaya menghargai dan mengerti pacarmu, saran saya cuma satu. Sudah putusin saja. Orang yang memaksakan kamu untuk berubah bukanlah orang yang layak dijadikan pasangan. Hubungan kalian tidak akan sehat karena ada satu pihak yang suka memaksakan kehendak.