4 Rekomendasi Rokok Murah bagi Kretekus untuk Tahun 2020

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dalam menghadapi kenaikan harga rokok, banyak cara yang dapat ditempuh oleh para perokok di Indonesia. Mulai dari beralih merokok tingwe alias melinting tembakau sendiri, pilihan umum lainnya ya mau tak mau turun kasta. Maksudnya beralih mengisap rokok yang lebih murah.

Sebagaimana kita ketahui, industri kretek di Indonesia menyediakan berbagai varian produk. Mulai dari rokok klobot, kretek non filter, kretek regular, kretek mild dan bold. Kesemua varian kretek ini memiliki citarasa yang khas dan memiliki segmen pasar masing-masing. Soal harganya pun cukup varian dan relatif terjangkau.

Berikut saya rekomendasikan empat merek rokok dengan harga yang relatif murah. Disertai dengan perhitungan harga jual eceran dengan kenaikan 35%, seturut ketetapan tarif cukai untuk tahun 2020.

Pertama

Rokok klobot Sukun, jenis rokok ini kerap diminati oleh kalangan nelayan Pantura. Pasalnya, jenis rokok yang terbalut daun jagung ini sangat mendukung kerja mereka yang bersinggungan dengan air laut. Artinya, rokok klobot terbilang lebih awet, tahan dari cipratan air. Harganya di kisaran Rp 8000, tahun depan akan naik menjadi Rp 10.800 sampai Rp 11.000. Bagi yang kurang suka jenis klobot Sukun, ada juga pilihan Sukun mild-nya loh, gaes. Dari semula harga 15.000/bungkus isi 16 batang. Kemungkinan akan naik menjadi sekitar Rp 20.250.

Baca Juga:  Tanpa Rokok, 4 Tradisi Lokal Ini Jadi Kurang Afdol

Kedua

Kalau rokok klobot tak mudah ditemui di lingkungan kretekus sekalian, karena memang bicara soal penyebaran distribusinya sangat berbeda dengan jenis kretek regular sperti Djarum Super. Maka untuk kretekus di sekitaran Jabodetabek bisa memilih jenis kretek Aroma Slim isi 16 batang.

Untuk kretek non filter harganya sekarang masih di kisaran Rp 11,000. Tahun depan kemungkinan akan naik menjadi Rp 14,850. Untuk jenis bold-nya naik di kisaran harga Rp 16,200.

Ketiga

Envio Mild 16. Kretek genre mild ini relatif mudah ditemui di banyak daerah di perkotaan. Genre mild sejak kemunculannya adalah kategori Low Tar Low Nicotine (LTLN), cocok bagi perokok yang ingin merokok dengan kandungan tar yang rendah dan enteng diisap. Harganya di tahun depan akan naik menjadi Rp 22.900, dari harga semula Rp 17.000. Untuk kretek non filternya dari harga Rp 8000 akan naik menjadi Rp 10.800.

Keempat

Kalau yang satu ini rokok yang terbilang populer dan cukup punya pasar luas. Kretek yang punya jenis filter dan non filter, yak betul, Djarum 76. Untuk varian SKT, tahun depan harganya ada di kisaran Rp 16.000. Sementara untuk varian filternya, dengan harga saat ini Rp 14.000, maka tahun depan akan naik di kisaran Rp 19.000. Ya masih lebih terjangkau lah ketimbang merek-merek lain.

Baca Juga:  Rokok dan Musik yang (ingin) Terpuji

Demikian empat merek yang dapat saya rekomendasikan melalui tulisan ini. Bagi kretekus yang umumnya terlatih adaptif dalam menghadapi berbagai situasi nasional, terutama tekait kenaikan cukai rokok. Tentu tidaklah terlalu menjadi soal jika pilihannya harus turun kasta, alias beralih merek ke rokok yang lebih murah.

 

 

 

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah