7 Kebiasaan Merokok yang Tidak Baik

merokok
foto: tempo.co

Ada banyak alasan kenapa saya memilih untuk mengisap rokok. Selain karena sebagai sebuah penambah semangat, rokok telah menjadi kebutuhan bagi saya sebagaimana hidup ini memerlukan kopi. Karenanya, saya memerlukan keberadaan kretek untuk menemani hidup saya.

Namun tidak semua orang berpikiran sama seperti saya. Ada orang-orang yang memang tidak suka rokok dan asap rokok. Karenanya tidak bisa dipaksakan kepada mereka untuk menyukai aktivitas yang kita senangi.

Permasalahan kemudian muncul ketika mereka yang tidak suka ini berubah jadi membenci rokok. Kebencian itu timbul sebagai dampak ketidaksenangan mereka terhadap rokok, dan kelakukan para perokok yang membuat mereka terganggu. Berikut adalah beberapa kebiasaan merokok yang tidak baik, yang membuat mereka jadi antipati terhadap perokok.

(1) Merokok di dalam angkutan umum

Ini kebiasaan buruk pertama. Merokok di angkutan umum yang kecil dan sumpek. Harusnya kita sadar kalau angkutan umum, tanpa kita tambahi dengan asap rokok, sudah tidak nyaman untuk ditumpangi. Kebiasaan ini membuat orang-orang yang tidak merokok, malah berubah sikap jadi membenci rokok dan perokok.

(2) Merokok di lingkungan sekolah dan rumah sakit

ini juga kebiasaan yang tidak baik. Harusnya kita sudah sama-sama tahu kalau dua tempat ini adalah kawasan yang tidak membolehkan orang untuk merokok. Alasannya jelas, rumah sakit adalah tempat perawatan yang perlu segala sesuatu yang steril. Jangankan asap rokok, kita masuk ruang rawat saja diminta untuk mencuci tangan.

Kalau sekolah saya kira sama jelasnya, ini kawasan pendidikan tempat anak-anak belajar. Anak-anak, terutama yang di bawah usia 18, tentu saja belum layak merokok. Mereka belum punya kemapanan mental untuk bertanggungjawab atas barang yang dikonsumsinya. Karena itu, untuk menghindari anak-anak merokok, para guru pun baiknya tidak merokok di sekolah supaya mereka tidak menuntut hak yang sama.

(3) Merokok sambil mengendarai sepeda motor

Mungkin bagi sebagian orang mengisap rokok sambil berkendara adalah hal yang asyik. Tapi tidak bagi mereka yang terganggu dengan asap dan bara dari rokok yang dihisap kita. Memang kita kerap berdalih kalau bara rokok tidak bakal kena orang lain. Namun jika hal itu terjadi, tentu bukan saja akan mengganggu, tapi juga membahayakan nyawa orang lain.

(4) Membuang puntung rokok sembarangan

Sebenarnya ini kebiasaan buruk yang dimiliki hampir semua orang. Membuang sampah sisa konsumsi dengan sembarangan. Saya percaya kalau bukan cuma perokok yang memiliki kebiasaan ini. Namun karena orang-orang yang benci rokok selalu menggunakan alasan puntung yang dibuang sembarangan, ada baiknya kita mulai membiasakan diri untuk membuang sisa aktivitas kita ke tempatnya.

(5) Merokok di dekat anak kecil dan perempuan hamil

Anak kecil, sama seperti orang dewasa, memiliki hak yang sama untuk tidak diganggu orang lain. Pun terganggu oleh perokok. Meski mereka tidak bakal protes kalau kita merokok di dekatnya, tapi mereka punya hak untuk tidak terganggu asap kita.

Untuk perkara ibu hamil, ini memang agak repot. Tapi kita harus sadar kalau ibu hamil itu sensitif terhadap keadaan lingkungan. Jadi lebih baik memang kita menghindari merokok dekat ibu hamil dan anak kecil.

(6) Merokok terbalik, ujung isapnya yang dibakar

Dua pon terakhir ini adalah kebiasaan paling buruk yang kerap dilakukan perokok. Sebuah kebiasaan, yang kita sama-sama tahu merugikan dan membuat kita menyesal, tapi masih sering dilakukan oleh perokok. Membakar rokok, ujung isapnya yang dibakar.

Saya tahu ini konyol. Tapi kebiasaan ini masih kerap terjadi, bahkan pada rang yang mengisap kretek berfilter. Padahal dari filternya saja sudah membedakan, tapi tetap saja salah bakar. Kesel dah aing.

(7) Mengisap rokok orang tanpa minta izin

Dan dari semua kebiasaan merokok yang tidak baik, inilah yang paling buruk; mengisap rokok orang tanpa minta izin. Kebiasaan ini kerap dilakukan oleh sebagian teman, yang baru saja datang lantas mengambil rokok kita tanpa permisi. Mending kalau ngambilnya sebatang, ini mah dua biji yang diambil.

Mungkin sekali-dua kebisaan ini masih bisa dimaklumi. Masalahnya kalau sudah keseringan, bisa-bisa kalian malah ditinggalkan teman cuma karena masalah yang mungkin sepele, namun tetap prinsipil.

(Visited 2 times, 2 visits today)