Rokok Membuat Orang Miskin

Membantah Tuduhan Merokok Berbahaya Untuk Kesehatan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Merokok berbahaya bagi kesehatan, katanya. Sejauh ini, hampir semua penelitian tentang rokok menyatakan itu. Ya paling yang tidak menyatakan itu adalah penelitian alternatif yang tidak banyak didengar hingga sekarang. Pada akhirnya, publik pun lebih banyak yang percaya akan hal itu ketimbang sebaiknya.

Suka atau tidak, rokok memang bukanlah sesuatu yang menyehatkan. Ia memiliki faktor risiko terhadap penyakit tertentu, selayaknya barang konsumsi lain seperti nasi, gula, minyak, atau bahkan ayam mekdi yang enak itu. Walau begitu, menuduh aktivitas merokok itu sebagai sesuatu yang berbahaya adalah hal berlebihan.

Begini, seperti sudah dijelaskan di atas, rokok sama seperti barang konsumsi lainnya. Ia memiliki faktor risiko terhadap penyakit seperti kanker, jantung, stroke, dan sebagainya. Meski begitu, jika faktor risiko itu dianggap sebagai sebuah bahaya laten, maka barang konsumsi lain pun harusnya mendapat predikat demikian. Namun, hal itu tidak terjadi kan?

Karena itulah bantahan terhadap anggapan tersebut telah cukup banyak dilakukan, termasuk dengan riset. Misalnya, anggapan bahwa perokok bakal lebih cepat mati kerap terbantah dengan rekor orang dengan usia paling tua, yang beberapa di antaranya justru adalah perokok. Termutakhir jelas adalah Mbah Gotho dari Indonesia yang hidup hingga usia 146 tahun dan merupakan perokok.

Baca Juga:  Berapa Banyak Uang yang Biasa Dikeluarkan Masyarakat Untuk Membeli Rokok?

Sebagai sebuah langkah riset, terdapat juga film dokumenter Mereka yang Melampaui Usia yang menampilkan banyak profil orang tua di usia sepuh masih sehat dan menjalani aktivitas sehari-harinya walau merupakan perokok (yang bahkan masih aktif)

Tuduhan merokok berbahaya ini jelas berbahaya mengingat selama ini anggapan rokok menjadi penyebab utama segala penyakit lahir dari narasi seperti itu. Padahal, jika mau diuji, ada juga banyak orang tak merokok serta bukan orang yang hidup di lingkaran perokok tetap terkena penyakit seperti kanker atau jantung.

Karena itulah, anggapan merokok berbahaya sebenarnya telah usang dielukan. Kini telah banyak perokok yang memiliki gaya hidup sehat. Walau merokok, mereka tetap mengatur pola makan dengan gizi, pola istirahat, dan berolahraga. Mungkin memang inilah jalan terbaik bagi perokok untuk membantah asumsi merokok berbahaya, yakni dengan terus menerus sehat dengan gaya hidup yang seimbang.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit