Ragam

3 Pabrik Rokok Terkenal dari Surabaya

Keberadaan pabrik rokok di Indonesia memberi kontribusi sejarah budaya yang panjang. Mulai dari rokok yang tidak terkenal sampai rokok terkenal. Pabrik yang memproduksi produk-produk legal tersebut diakui di pasaran. Dalam hal ini, negara mendapatkan pemasukan yang tidak sedikit.

Cikal bakal kemunculan pabrik-pabrik rokok di negeri kita memiliki kesamaan yang berangkat dari usaha rumahan. Iya, bermula dari usaha kecil, seperti halnya Nitisemito dulu. Kemudian menjadi berkembang dan maju hingga dikenal luas tak hanya di dalam negeri.

Memang sih, sebagian besar pabrik-pabrik rokok ini berada di Pulau Jawa, setidaknya berdasar data terakhir, terdapat 456 pabrikan yang tercatat. Meski, pada tahun 2011-an ada sekitar 1000-an lebih pabrik rokok yang beroperasi.

Saya akan ulas kali ini tiga pabrik rokok terkenal yang ada di Surabaya. Berdasar data umum, kota Pahlawan ini secara angka Pendapatan Asli Daerah terbilang tinggi, angkanya di atas 2 triliun setiap tahun. Iya ini sebagai gambaran saja, tentu salah satu kontribusinya berasal dari keberadaan pabrik rokok di Surabaya.

Baca Juga:  House Of Sampoerna Surabaya: Mengabadikan Sejarah Rokok Kretek

Rokok terkenal apa saja yang pabriknya ada di Surabaya, mari kita simak daftar tiga nama pabrikan rokok tersebut:

Sampoerna

Produk rokok Sampoerna dikenal dengan bermacam-macam jenisnya. Ada yang SKT juga SKM. Perusahaan yang memiliki nama lengkap Hanjaya Mandala Sampoerna, disebut sebagai perusahaan rokok terbesar pertama di Indonesia yang berada di Surabaya.

Pada mulanya perusahaan ini secara kepemilikian merupakan perusahaan keluarga. Dimiliki oleh keluarga Sampoerna. Namun sejak tahun 2005, kepemilikan mayoritas perusahaan ini berpindah tangan ke Philip Morris International (Altria group), salah satu perusahaan terbesar dunia dari AS yang telah mengakhiri tradisi keluarga lebih dari 90 tahun.

Wismilak

Sejarah rokok Wismilak awalnya dibangun dari pabrik rumahan dengan 10 pegawai. Pada mulanya, perusahaan ini mengeluarkan produk sigaret kretek tangan dengan merek Galan. Namun perusahaan ini baru benar-benar berkembang setelah produk legendaris Wismilak mereka produksi.

Butuh waktu sekitar satu tahun sebelum PT Gelora Djaja bisa membuat resep Wismilak Kretek Special. Untungnya, rokok yang menjadi andalan seumur hidup dari pabrik ini bisa diterima dengan baik oleh pasar. Hal ini kemudian membuat perusahaan berkembang dan membangun pabrik baru di Surabaya dengan seluas 10 hektar dan 3000 karyawan.

Baca Juga:  Dua Maestro Seni Rupa Penghisap Tembakau

Evo

Rokok Evo ini terbilang bagian dari keluarga Rokok Diplomat. Pasalnya ada penyematan kata Diplomat yang tersemat di bungkus rokok Evo. PT Gelora Djaja Surabaya, sebagai perusahaan resmi yang memproduksi rokok ini ingin menghadirkan segmen rokok low tar low nicotine untuk menjembatani kebutuhan penikmat rokok Diplomat.

Rokok Evo, memang terbilang baru dikeluarkan dibanding rokok Diplomat. Namun, setidaknya dua merek tersebut masuk kategori rokok terkenal yang ada di Surabaya. Sejauh ini, baik rokok Evo maupun rokok Diplomat memiliki pasar yang loyal, terbilang beragam konsumennya.

Penulis di Komunitas Kretek