Ragam

Perkiraan Harga Rokok Tahun 2022

Cukai rokok tahun depan sudah dipastikan naik dengan rata-rata sebesar 12%. Semua golongan rokok turut mengalami kenaikan mulai dari golongan rokok SKM, SPM dan juga SKT. Seiring dengan kenaikan cukai rokok, perkiraan harga rokok tahun depan juga pasti mengalami kenaikan dong tentunya.

Saya mengajak kalian itung-itungan untuk memprediksi berapa harga rokok tahun depan. Kita mulai dari golongan SKM terlebih dahulu. Rokok SKM Golongan I naik 13,9%, dari yang awalnya Rp 865 per batang menjadi Rp 985 per batang. Contoh rokok SKM golongan 1 ini adalah Djarum Super, Surya dan juga Sampoerna Mild. Kita ambil contoh Djarum Super aja deh, pada tahun 2021 Djarum Super isi 12 batang harganya masih berkisar diangka Rp 19.000 kemungkinan pada tahun depan naik menjadi Rp 21.000.

Kemudian untuk SKM golongan IIA naik 12,1%. Dari yang awalnya Rp 535 per batang, naik menjadi Rp 600 per batang. Contoh rokok SKM golongan IIA ini adalah diplomat mild. Pada tahun 2021 ini diplomat mild harganya berkisar Rp 17.000. Kemungkinan pada tahun depan naik menjadi Rp 19.000. Untuk SKM golongan IIB tarif cukainya naik 14,3%. Dari yang awalnya Rp 525 menjadi Rp 600 per batang. Contoh rokok SKM golongan IIB ini adalah rokok Win Bold. Pada tahun ini rokok Win Bold harganya berkisar diangka Rp 18.000. Kemungkinan pada tahun depan naik menjadi Rp 21.000.

Baca Juga:  Harga Rokok Djarum Super Naik, Berapa Harga Ecerannya?

Kemudian kita lanjut ke jenis rokok SPM. Golongan SPM ini adalah golongan rokok yang tarif cukainya paling tinggi dibanding yang lainya. Tahun ini SPM golongan I mengalami kenaikan sebesat 13,9%. Dari yang awalnya Rp 935 per batang naik menjadi Rp 1065 per batang. Contoh rokok SPM golongan I ini adalah rokok Marlboro. Pada tahun ini saja rokok Marlboro harganya sudah mencapai Rp 35.000, pada tahun depan perkiraan harganya mencapai Rp 40.000.

Untuk SPM golongan IIA mengalami kenaikan sebesar 12,4%. Dari yang awalnya Rp 565 per batang, tahun depan naik menjadi Rp 635 per batang. Contoh rokok SPM golongan IIA ini ada rokok Camel Yellow. Pada tahun ini aja rokok Camel Yellow berada diangka Rp 24.000. Pada tahun depan perkiraan harganya mencapai Rp 27.000. Kemudian untuk SPM golongan IIB tarif cukainya naik 14,4%. Dari yang awalnya Rp 555 per batang, naik menjadi Rp 635 per batang. Contoh rokok SPM golongan IIB ini ada rokok Marcopolo. Pada tahun ini aja rokok Marcopolo ada diangka Rp 20.000, perkiraan tahun depan harganya mencapai Rp 23.000 per bungkus.

Untuk yang terakhir nih ada jenis rokok SKT. Rokok SKT golongan IA pada tahun depan tarif cukainya naik 3,5%. Dari yang awalnya Rp 425, naik menjadi Rp 440 per batang. Contoh rokok SKT golongan IA ini ada rokok Dji Sam Soe. Pada tahun ini saja rokok Dji Sam Soe ada di angka Rp 17.500 per bungkus yang isi 12 batang, pada tahun depan perkiraan harganya mencapai Rp 21.000. Untuk SKT golongan IB pada tahun depan tarif cukainya naik 2,5%. Dari yang awalnya Rp 330 per batang menjadi Rp 345 per batang. Contoh rokok SKT golongan IB ini ada rokok Djarum 76 Madu Hitam. Sekarang Djarum 76 madu hitam berada diangka Rp 13.000 per bungkus. Pada tahun depan perkiraan harganya mencapai Rp 13.500 hingga 14.000 per bungkus.

Baca Juga:  Udud Mbako dan Endhong-Endhongan di Banyumas

Mungkin itu beberapa contoh perkiraan kenaikan harga rokok. Jika kalian merasa keberatan dengan harga rokok yang sudah gak masuk akal, saya saranin untuk kembali ke rokok murah atau tingwe. Rokok murah ada digolongan rokok SKT yang kenaikan harganya tergolong kecil dan harganya masih ramah di kantong. Ada rokok 76 Madu Hitam, rokok Sampoerna Kretek dan juga ada rokok Patra.

Untuk tingwe pilihanya tembakaunya lebih banyak dengan harga yang terjangkau. Jika kalian tingwe, kalian ikut andil dalam melestarikan tembakau di Nusantara. Kalian bisa cobain berbagai macam dan jenis tembakau yang ditanam, mulai dari tembakau madura, kasturi, sopeng hingga gayo. Jangan patah semangat, tetep sebats.

Videographer , Komunitas Kretek
Penulis di Komunitas Kretek