akibat merokok

Merokok Menyebabkan Tidak Percaya Diri?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dari dulu kita familiar dengan kutipan “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.” Ya, itu kalimat lengkap peringatan yang ada di tiap kemasan rokok di Indonesia. Sangking familiarnya, kita tentu bisa mengucapkan tanpa membaca teksnya.

Kini peringatan itu berubah format. “Rokok membunuhmu.” Singkat. Padat. Jelas. Jelas-jelas berlebihan.

Betapa tidak, perdebatan ilmiah menyoal rokok masih berlangsung, tapi kesimpulan sudah dibuat. Lalu mau dikemanakan para sepuh yang masih merokok hingga berusia ratusan tahun? Apakah rokok pilih-pilih dalam membunuh?

Perlu ditegaskan, tak bisa pula kita narasikan sebaliknya. Maksudnya, para perokok tidak bisa sesumbar mengklaim bahwa rokok dapat menyebabkan sehat, kaya raya, dan sebagainya. Saya yakin tidak akan ada perokok yang berpikir sekonyol itu.

Tapi, sebaliknya, kelompok antirokok sering membuat klaim-klaim prematur dan rapuh. Contohnya ya klaim rokok membunuh itu tadi. Internet menyediakan banyak bukti tentang orang-orang yang sehat bugar hingga usia senja meski memilih jadi perokok. Sebut saja Fredie Blom dan Richard Overton, dua dari sekian banyak perokok yang berusia sepuh. Di Indonesia kita mengenal Mbah Gotho. Silakan cari profilnya.

Baca Juga:  Hotline Berhenti Merokok, Sungguhkah?

Kembali menyoal antirokok. Kampanye hitam soal rokok sudah sangat sering mereka kaitkan dengan beragam penyakit. Kanker, serangan jantung, dan impotensi adalah beberapa penyakit yang paling sering dikaitkan. Nyatanya, upaya mereka (antirokok) menebar ketakutan seolah menemui jalan buntu.

“Kita harus menambah daftar penyakit yang berkaitan dengan rokok.” Mungkin begitu isi forum-forum rapat kelompok antirokok. Bimsalabim, berbagai artikel bertebaran di internet. Isinya ya mengaitkan rokok dengan varian penyakit lainnya, mulai dari penuaan dini hingga gangguan jiwa.

Tak hanya itu. Antirokok juga membangun narasi bahwa aktivitas merokok bisa mengurangi kepercayaan diri seseorang. Dalam sebuah artikel disebutkan bahwa ada beberapa keuntungan yang tidak mungkin dimiliki oleh perokok. Salah satunya adalah kepercayaan diri.

Dikatakan bahwa aktivitas merokok akan menimbulkan beberapa permasalahan fisik, seperti bibir dan gusi hitam, kerusakan kulit, serta rambut rapuh. Semuanya diakumulasikan menjadi persoalan penampilan. Hingga pada akhirnya menimbulkan rasa tidak percaya diri. Ya, begitulah mereka. Mereka bahkan coba-coba mengidentifikasi perokok lewat tampilan rupa.

Baca Juga:  Merokok Adalah Aktivitas Legal, Ini Landasan Dasarnya

Sepertinya mereka belum pernah melihat si anggun yang selalu muda Dian Sastro, dan si tampan penuh pesona Ariel Noah, serta beberapa publik figur yang merupakan perokok namun digandrungi banyak orang. Entah bagaimana penilaian para antirokok tentang tampilan rupa kedua pesohor tersebut. Lantas bagaimana dengan orang-orang dengan bibir hitam dan kulit kering yang bukan perokok, apakah mereka sudah pasti krisis kepercayaan diri?

Semua itu menunjukkan ada yang tidak beres dalam logika berpikir antirokok. Mereka kadung benci pada rokok, hingga narasi apapun mereka bangun seliar-liarnya demi agenda kampanye hitam pada rokok. Soal pertanggungjawaban dari klaim kerap dinomorduakan.

Terlepas dari itu semua, kita memang harus siap dengan berbagai kampanye hitam lainnya. Bukan tidak mungkin suatu hari nanti akan ada artikel yang menyebut aktivitas merokok dapat menyebabkan panu dan kutu air. Kalau sampai benar hari itu tiba, ya tertawakan saja.

Aris Perdana

Warganet biasa | @arisperd