Kertas Rokok Royo

Kertas Rokok untuk Tingwe Banyak Pilihannya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kertas rokok atau papir untuk tingwe di pasaran kini ada banyak ragamnya. Sejak aktivitas melinting rokok naik menjadi tren, penggunaan papir dan pasarnya turut menjadi perhatian. Sejatinya, dari dulu juga sudah banyak papir buatan lokal yang beredar.

Aktivitas tingwe sebagai sebuah exit plan di tengah naiknya harga rokok mendorong tren melinting menjadi lazim. Kelaziman ini pula yang bikin pasaran papir dan tembakau linting banyak dicari. Tidak jarang pula di toko tembakau disediakan paket khusus, yakni dengan menyertakan papir sebagai bonus dari membeli tembakau.

Lantaran tren itulah, toko tembakau yang kini menjamur di berbagai daerah tak mau ketinggalan untuk menyediakan ragam kertas rokok sebagai pilihan bagi pelanggannya. Kertas rokok Royo di antaranya.

Secara umum, kertas rokok yang ada di pasaran bisa dibedakan dari ukurannya, kualitas bahan, warna, tebal-tipis dan jumlah lembarnya.

source: kingrollers.com | ukuran kertas rokok

Pilihan papir ini tersedia untuk menyesuaikan karakter merokok konsumennya. Ada perokok yang suka kertas berkarakter free burn dan slow burn,  Secara umum dikenal juga ada beberapa kategori papir, biasanya memiliki perbedaan dari segi ukuran dan karakter kertasnya.

Baca Juga:  Cak Nun: Kowe Kudu Ngerti Kesehatanmu Dewek

Pertama, kategori papir original, papir dengan bobot diatas 20g/m2 ini umumnya bersifat free burn. Seperti kualitas kertas rokok bungkusan, rokok tidak akan mati sekalipun kita biarkan menyala di asbak.

Kedua, kategori fine, umumnya terbakar lebih lambat ketimbang original dan kadang-kadang mati jika didiamkan terlalu lama. Ketebalannya

Ketiga, kategori super fine, untuk yag ini terbakar paling lambat. Sebatang mungkin harus berkali-kali dinyalakan. Tidak cocok untuk tembakau, lebih cocok untuk melinting ganja.

Untuk jenis papir lokal yang banya beredar di pasaran umumnya lebih tebal dan mengandung klorin (pemutih kertas), namun ada juga yang bertekstur lebih kasar dan tidak putih warnanya. Lebih tebal dan kasar, saya pribadi kurang cocok.

Untuk papir dengan ketebalan original umumnya tidak mempengaruhi rasa yang mencolok, hanya saja terbakar lebih cepat. Tapi tembakau rajangan jika dilinting menggunakan papir pasaran, umumnya diecer Rp 1.000/buku, terasa kasar sekali saat diisap dan terlihat beda hasil bakarannya.

Secara harga, masing-masing kategori tadi memiliki harga yang berbeda-beda. Sekali lagi tergantung mereknya juga, untuk merek lokal biasanya di harga Rp 1.000 sampai 2.000/buku, isi per buku umumnya 40-50 lembar. Golongan ini yang lebih laris dan populer di masyarakat peggemar tingwe.

Baca Juga:  Ada Pesan Simbolik dari Sebatang Rokok yang Dibalik
Jibal Windiaz

anak kampung sebelah